Laptop terasa lemot saat booting? Buka aplikasi berat rasanya minta ampun? Mungkin biang keladinya ada di “mesin” penyimpanannya. Mengetahui apakah laptop Anda menggunakan SSD atau HDD sangatlah penting, karena ini berdampak langsung pada kecepatan dan performa.
Untungnya, Anda tidak perlu membongkar laptop untuk jadi detektif. Panduan ini akan menunjukkan 4 cara mengetahui SSD atau HDD di laptop Windows dan Mac dengan sangat mudah.
Perbedaan Singkat: Gudang Arsip vs Perpustakaan Digital
HDD (Hard Disk Drive): Bayangkan ini seperti gudang arsip raksasa. Untuk mencari data, ada lengan mekanis yang harus “berlari” memindai piringan yang berputar. Proses ini butuh waktu, berisik, dan rentan guncangan.
SSD (Solid State Drive): Bayangkan ini seperti perpustakaan digital modern. Untuk mencari data, sistem hanya perlu melakukan pencarian elektronik instan. Proses ini super cepat, senyap, hemat daya, dan tahan banting.
Mengetahui jenis drive Anda akan membantu menentukan apakah upgrade ke SSD adalah solusi untuk laptop lemot Anda.
4 Cara Mengetahui SSD atau HDD Tanpa Bongkar
Berikut adalah metode berbasis software yang bisa dilakukan oleh siapa saja.
Metode 1: Lewat ‘Optimize Drives’ (Cara Tercepat di Windows)
Ini adalah cara paling mudah dan akurat untuk pengguna Windows karena merupakan fitur bawaan.
Buka Menu Start: Klik tombol Start atau tekan tombol Windows.
Ketik “Defragment”: Ketik kata kunci
defragmentatauoptimizedi kolom pencarian.Pilih Aplikasi: Klik pada aplikasi Defragment and Optimize Drives.
Lihat Kolom “Media type”: Di jendela yang terbuka, perhatikan kolom Media type.
Jika tertulis Solid state drive, berarti perangkat Anda menggunakan SSD.
Jika tertulis Hard disk drive, berarti perangkat Anda menggunakan HDD.
Metode 2: Lewat Task Manager (Sambil Cek Performa)
Task Manager tidak hanya untuk menutup aplikasi yang macet, tetapi juga bisa memberikan informasi perangkat keras.
Buka Task Manager: Klik kanan pada Taskbar dan pilih Task Manager, atau tekan Ctrl + Shift + Esc.
Masuk ke Tab Performance: Jika Anda melihat tampilan sederhana, klik “More details”. Kemudian, pindah ke tab Performance.
Pilih Disk Anda: Di sisi kiri, klik pada disk Anda (misalnya, Disk 0).
Periksa Informasi: Di bawah grafik performa, jenis drive akan tertulis dengan jelas, yaitu SSD atau HDD.
Pengguna macOS juga memiliki cara bawaan yang mudah untuk melakukan pengecekan.
Buka Menu Apple: Klik ikon Apple () di sudut kiri atas layar.
Pilih “About This Mac”.
Klik “System Report…”.
Navigasi ke “Storage”: Di panel sebelah kiri, cari dan klik pada bagian Storage.
Lihat “Medium Type”: Pilih volume disk Anda. Di bagian bawah, cari baris bertuliskan Medium Type.
Jika tertulis Solid State, berarti Mac Anda menggunakan SSD.
Jika tertulis Rotational, berarti Mac Anda menggunakan HDD (karena piringannya berputar).
Metode 4: Lewat Aplikasi Pihak Ketiga (Untuk Info Kesehatan Lengkap)
Jika Anda ingin informasi yang lebih detail, termasuk cek kesehatan SSD atau HDD Anda, menggunakan software pihak ketiga adalah pilihan terbaik. CrystalDiskInfo adalah salah satu yang paling populer dan gratis.
Unduh dan Instal: Kunjungi situs resmi CrystalDiskInfo (CrystalMark) untuk mengunduh aplikasinya.
Jalankan Aplikasi: Setelah diinstal, buka CrystalDiskInfo.
Lihat Informasi Lengkap: Aplikasi akan menampilkan semua info drive Anda.
Health Status: Memberi tahu Anda kondisi drive (“Good”, “Caution”, atau “Bad”).
Rotation Speed: Jika ada angka RPM (misal, 7200 RPM), itu pasti HDD. Untuk SSD, bagian ini kosong.
Features: SSD akan menampilkan fitur seperti TRIM, yang tidak ada pada HDD.
Kesimpulan: Jadi, Metode Mana yang Paling Pas?
Untuk pengguna Windows: Cara tercepat dan termudah adalah melalui Defragment and Optimize Drives.
Untuk pengguna Mac: System Report memberikan jawaban yang jelas dan akurat.
Jika Anda ingin tahu lebih dalam (status kesehatan, suhu, dll.): CrystalDiskInfo adalah alat gratis yang sangat direkomendasikan.
Dengan mengetahui apakah Anda menggunakan SSD atau HDD, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas terkait performa, perawatan, dan rencana upgrade perangkat Anda di masa mendatang.


Pingback: 10 Cara Mengatasi Disk Usage 100% di Windows » Teknovatif.com
Pingback: 10 Merk SSD Terbaik untuk Performa Laptop dan PC Maksimal » Teknovatif.com
Pingback: Panduan Kode Warna SSD WD: Beda Blue, Green, Black, & Red » Teknovatif.com