Kehilangan fungsi touchpad mengubah laptop menjadi “PC Desktop” yang tidak bisa dibawa ke mana-mana tanpa mouse eksternal. Sangat merepotkan.
Ketika touchpad mati total, kita sering berasumsi bahwa komponen fisiknya rusak (pecah atau konslet). Padahal, seringkali masalahnya ada pada komunikasi antara sistem operasi Windows dengan perangkat keras tersebut.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mendiagnosa dan memperbaiki touchpad yang dianggap rusak, mulai dari perbaikan sistem hingga pengecekan fisik.
PENTING: Karena kursor Anda tidak bisa digerakkan, gunakan Mouse USB eksternal untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini dengan mudah.
Langkah 1: Cek Status di Device Manager (Apakah Terdeteksi?)
Langkah pertama adalah melihat apakah Windows “menyadari” bahwa ada touchpad yang terpasang.
Tekan
Win+X, pilih Device Manager.Buka bagian “Mice and other pointing devices”.
Cari perangkat bernama HID-compliant mouse, Synaptics, ELAN, atau ALPS.
Skenario A (Ada Tanda Seru Kuning): Artinya driver rusak. Klik kanan > Update driver.
Skenario B (Tidak Ada Sama Sekali): Cek bagian “Human Interface Devices”. Cari “I2C HID Device” yang error (bertanda seru). Ini sering terjadi pada laptop modern. Jika ada, klik kanan > Uninstall device, lalu Restart laptop.
Langkah 2: Instal Driver Chipset & Serial IO (Sering Terlupakan)
Pada laptop modern (terutama prosesor Intel Gen 8 ke atas), touchpad tidak dikontrol oleh driver mouse biasa, melainkan oleh Serial IO Driver. Jika driver chipset ini bermasalah, touchpad akan mati total.
Solusi:
Kunjungi situs resmi laptop Anda (Asus Support, HP Drivers, Lenovo Support, dll).
Cari model laptop Anda.
Unduh dan instal driver Chipset dan Intel Serial IO.
Restart laptop. Seringkali cara ini langsung menghidupkan touchpad yang mati.
Langkah 3: Cek Pengaturan BIOS (Level Hardware)
Jika touchpad mati bahkan sebelum masuk Windows (misalnya saat di menu instalasi), kemungkinan fitur ini dimatikan dari “otak” laptop (BIOS).
Restart laptop dan masuk ke BIOS (Tekan F2, F10, atau Del berulang kali saat nyala).
Cari menu Advanced atau System Configuration.
Cari opsi bertuliskan “Internal Pointing Device”, “Touchpad”, atau “Trackpad”.
Pastikan statusnya [Enabled].
Tips: Jika sudah Enabled, coba ubah ke Basic (jika ada opsi Advanced/Basic) untuk mengetes kompatibilitas.
Simpan dan keluar (Save & Exit).
Langkah 4: Jalankan Windows Hardware Troubleshooter
Gunakan alat diagnosa bawaan Windows untuk memaksa sistem mendeteksi kerusakan.
Buka Command Prompt (CMD).
Ketik perintah rahasia ini (karena menu ini disembunyikan di Windows 10/11 terbaru):
DOS
msdt.exe -id DeviceDiagnosticTekan Enter.
Akan muncul jendela “Hardware and Devices”. Klik Next.
Biarkan Windows memindai masalah dan menerapkan perbaikan otomatis.
Langkah 5: Periksa Kabel Fleksibel (Perlu Bongkar Laptop)
Jika semua cara software di atas gagal, besar kemungkinan masalahnya adalah koneksi fisik yang longgar. Touchpad terhubung ke motherboard menggunakan kabel pita tipis (ribbon cable). Guncangan atau panas bisa membuat kabel ini sedikit terlepas.
Peringatan: Lakukan ini hanya jika garansi sudah habis dan Anda berani membongkar laptop.
Matikan laptop, buka casing bawah.
Perhatikan area di bawah baterai (biasanya lokasi touchpad).
Cari kabel pipih lebar yang menghubungkan touchpad ke motherboard.
Buka pengunci soketnya (biasanya berupa klip plastik kecil yang dicungkil ke atas).
Cabut kabelnya, bersihkan ujungnya, lalu pasang kembali dengan kencang.
Tutup kunci soketnya dan coba nyalakan laptop.
Langkah 6: Cek Fisik Touchpad (Macet atau Pecah)
Terkadang touchpad tidak merespons karena tombol fisiknya “macet” ke dalam (tertekan terus).
Cara Cek: Tekan-tekan seluruh permukaan touchpad, terutama di pojok kiri dan kanan bawah. Apakah terdengar bunyi “klik” yang normal?
Analisa: Jika terasa keras, tidak membal, atau rata dengan bodi (mendelep), kemungkinan mekanisme pegas di bawahnya patah atau terganjal kotoran. Ini memerlukan penggantian komponen touchpad.
Kesimpulan
Jangan langsung memvonis touchpad Anda rusak permanen.
Prioritas 1: Instal ulang driver I2C HID Device atau Serial IO (Langkah 1 & 2). Ini adalah penyebab paling umum pada laptop zaman sekarang.
Prioritas 2: Cek koneksi kabel fleksibel jika Anda berani membongkar laptop (Langkah 5).
Jika setelah melakukan cek kabel fleksibel touchpad masih mati total, barulah Anda bisa menyimpulkan bahwa modul sensor touchpad tersebut memang rusak dan perlu diganti (sparepart biasanya berkisar Rp 150.000 – Rp 400.000 tergantung tipe laptop).

